“Gandhi di Yerusalem?”

31 01 2010

“Jika aku melupakanmu O’ Yerusalem,

Biarlah tangan kananku lupa akan keahliannya,

Biarlah lidahku melekat di langit-langit mulutku,

Jika aku tak menyanjung Yerusalem.”

<Seperti yang dikisahkan Paulo Coelho dalam novelnya, dari Mazmur 137>

Yerusalem. Kota tua yang menjanjikan masa depan bagi pemeluk agama Tuhan. Dengan janji-janji Tuhan disana, sadarkah kita bahwa sejarah kota itu diukir dengan darah dan air mata ? Sadarkah kita jika agama yang kita junjung tinggi itu mewariskan budaya kekerasan pada dunia? Padahal Tuhan tidak pernah mengajarkan kekerasan pada umatnya.

Ada kisah lucu tentang Senator negara bagian Nebraska Amerika Serikat, Ernie Chambers, yang mendaftarkan gugatan terhadap Tuhan ke Pengadilan Kota Nebraska. Chambers menuding bahwa Tuhan dan pengikutnya di seluruh dunia telah menyebabkan rasa takut, gelisah, teror dan ketidakpastian sebagai upaya memaksa manusia mengikuti perintahnya.

Entah bagaimana cara Tuhan menanggapi gugatan tersebut, tapi yang pasti Tuhan tak pernah menyuruh seorang Nasrani untuk memilih menjadi Protestan atau Katolik, atau seorang Muslim untuk menjadi teroris, atau bahkan seorang Yahudi untuk melakukan genosida. Jika kita mau jujur, agama erat sekali kaitannya dengan budaya kekerasan. Sesuatu yang prinsipal dan asasi bisa mengubah manusia menjadi seorang egois. Klaim tentang kebenaran dan surga bagi kaumnya.

Sejarah mencatat tentang perang salib hingga konflik Arab-Israel tidak pernah terselesaikan. Ribuan momen telah ikut ambil bagian dalam upaya merealisasikan perdamaian, tapi konflik terus berlangsung. Konflik dan kekerasan telah menjatuhkan harkat dan martabat para pemeluk agama.

Every peace has its enemies. Tentu saja ungkapan itu benar adanya. Pihak-pihak yang dengan sengaja mengatasnamakan agama demi kekuasaan, demi tanah dan ladang minyak, adalah musuh perdamaian. Damai, tentu saja kata yang sangat indah. Tetapi bukankah segalanya harus adil terlebih dahulu, lalu kita bisa berdamai. Konsep tentang keadilan inilah yang kemudian banyak dipakai secara matematis dan ekonomis dengan rumusan Einsten; relativitas.

Konflik yang terjadi di dunia dewasa ini, mengingatkan kita pada kuliah-kuliah filsafat dasar semester I. Bahwa seperti kata Marx, akan selalu muncul konflik pertentangan kelas, antara majikan dan kaum pekerja atau antara tuan tanah dan petani garapan. Dan kita pahami kini, bukan orang yang beragamalah yang haus kekuasaan, merebut hak orang lain dan memicu konflik antar umat beragama.

Hentikan rasialisme dan kolonialisme baru! Hentikan prasangka-prasangka politis! Kemudian dapat kita katakan dengan lantang bahwa agama tidak pernah membudayakan aksi kekerasan. Kembalikan tanah kami, kemudian kita bisa hidup dengan damai dan rukun. Tarik semua pasukan militer itu, lalu akan kami ajarkan anak-anak shatila-sabra memegang pena dan bunga bukan batu dan senapan.

Ahimsa. Perlawanan tanpa kekerasan. Umat manusia harus keluar dari kekerasan hanya dengan melalui tindakan tanpa kekerasan. Gandhi dengan sikap dan pemikirannya tentang konflik 60 tahun lalu, tetap eksis dan menjadi inspirasi banyak individu. Berdamai dengan diri sendiri dan orang lain, dan akan banyak Gandhi-Gandhi di dunia, juga di Yerusalem.

Suatu saat, kita akan mengenang Yerusalem sebagai negeri yang damai, sebagai tanah bagi banyak pemeluk agama. Kita akan segera melupakan perang dan penderitaan ribuan tahun itu. Kita juga akan kembali ke Masjid dengan hati yang bersih, memulai misa dan berziarah dalam damai serta menangis dan berdoa di tembok ratapan. Kita akan tertawa saat salah satu teman kita berkelakar bahawa ia beragama ‘NU’, maka kita akan dikenang sebagai generasi yang adil dan saling memaafkan.

Pada dasarnya setiap manusia berhak untuk hidup maka janganlah mengambil hak hidup orang lain. Dunia akan lebih toleran, demokratis dan harmonis. Stop Violence Action!

♣ ♣ ♣ ♣ ♣ ♣ ♣

Iklan

Aksi

Information

12 responses

1 02 2010
oglek

Yerusalem, kalau saja tidak ada manusia-manusia picik yang mengotori kesuciannya, tentu saja adalah tempat yang sangat indah. Sampai sekarang saya tidak percaya kalau agama mewariskan kekerasan. Agama apapun selalu mengajarkan kebaikan dan kedamaian. Kekerasan terjadi karena ada manusia-manusia tanpa otak yang menganggap agamanya yang paling benar dan agama orang lain salah.

Anyway, tulisannya keren, susah banget mau komen euy 😀

2 02 2010
catilafeet

@Oglek, Hidup pluralism…
Yang lebih indah di Yerusalem bahkan antara Masjidil Aqso, Tembok Ratapan, Gereja Ortodoks berdiri berdekatan. Seorang Uskup Gereja bahkan membela Al Aqso ktka dserang Zionis, atau seorang Muslim yang menjadi penjaga Gereja Ortodoks dsana..
Makasih ya dah baca, mdh2an dunia bisa lbh toleran kedepan.

11 02 2010
denindodutacipta

SALAM KENAL dan SALING MENGUNJUNGI serta SALING BERBAGI.WAH…WEB-NYA CUKUP INFORMATIF …OYA,BISA PASANG BANNER/LINK GA YAH…???
HTTP: / / DUTACIPTA.WORDPRESS.COM
🙄

16 02 2010
catilafeet

slm kenal jg pak.. mksh dah brkunjung k blog ini.. bisa kok pak tukeran link..

15 06 2010
wiya

What you said its true, i’m gree with you….every person have the right to life,
Love your idea….keep spirit to write…. ^_^,

Salam kenal Wiya….
Peace

22 06 2010
catilafeet

Wiya.. nice to know u…
nice to know we have the same idea ’bout making a better world…

31 01 2011
bernat Nababan

YERUSALEM…itulah kata yang sering kudengar sepertinya indah sekali.. keindahan itu rusak oleh nafsu orang – orang yang katanya manusia….Oh..jangan rusak keindahan itu kawan….

7 02 2011
catilafeet

@bernat Nababan : Je suis d’accord, artinya setuju sekali.
wondering we’re living in peace.. thanks for the comment

21 05 2011
billi

biar semua terjadi menurut kehendak NYA , mari kita menjaga diri kita masing masing menurut ajaran yg kita terima .Biar langit menurunkan hujan keadilan dan keselamatan bagi kita semua

13 06 2011
catilafeet

@billi : thanks for the comment. im absolutely agree with u

24 06 2011
ronny

kapan ya ke Yerusalem???

21 01 2012
dean

awesome

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: