Agent Mulder,
“Aku benci jika harus jauh dari kamu!” <kata saya dalam hati>
Lalu kamu mengirimi saya sms.
“Terasa dekat, padahal kamu jauh..
Terasa jauh, padahal emang jauh..
Mengapa kamu menjauh ketika aku mendekat..
Mengapa kamu mendekat ketika aku jauh??
Jauh-dekat 2000”
Bisakah kita kembali ke masa lalu dimana masih ada saya dan kamu duduk di boulevard? Duduk melingkar dan wajahmu sama cerahnya dengan teman-teman lain di mata saya. Bersinar karena jenaka, karena kita adalah kumpulan teman.
Bisakah kita kembali ke episode dimana saya harus bangun pagi-pagi untuk menjemputmu dengan motor jelek itu lalu mengantarkanmu kembali. Atau ketika kamu, dengan sepeda ontelmu, tiga kali ke kos tanpa berhasil menemui saya. Saya benar-benar menikmati kejengkelan kamu. Hahaha
Bisakah kita kembali berpegangan tangan, berlarian di pantai tanpa asumsi apapun?
Rupanya suatu ketika kita tertidur, seperti Psyche yang dibawa terbang oleh angin Zephyr dan terbangun di sebuah padang yang tak pernah membawa kita kembali ke masa lalu.
Entah kapan saat itu terjadi?
Mungkin saat lawakanmu tak lagi lucu di telinga saya. Atau ketika saya benci tak bisa berkata-kata di depanmu. Padahal itu kan kamu. Oh, come on.. itu kan cuma kamu. Atau ketika saya merasa kamu memelototi saya, rasanya ingin saya colok-colok matamu itu!
Jadi ketika segerombolan monyet-monyet mengetuk pintu kamar saya pagi-pagi buta, menceritakan isi curhatmu semalaman, saya ingin teriak! Tega-teganya kamu begitu! Saya merasa dikhinati. Kita kan partner, Agent Mulder. Tapi selanjutnya rupanya saya dikhiati perasaan saya sendiri!
A simply platonic. Sometimes become complicated. That’s what we are. Tak ada kewajiban untuk mengatakannya. Rasa ini begitu indah karena cuma saya dan kamu yang tahu… cuma saya dan kamu yang merasakannya.
I saw you there. Rasanya itu sudah cukup.
Agent Scully


hahahaahha…..
bagussss deehhhhh….
semoga kejauhan jarak tidak menjadi jauh di hati…hiihihhii
apa siy nOel…? sok tau dehhh…..
ini kan fiksi